Eka Aris Al Rosyid

Sebuang ungkapan rasa
Showing posts with label Love. Show all posts
Showing posts with label Love. Show all posts



Aku mencintaimu sebisa diriku
Tanpa haru yang menderu
Tanpa hati yang mematri
Tanpa asa yang bersemi

Aku mencintaimu semampu diriku
Tanpa kehadiran
Tanpa pujian
Tanpa sentuhan
Tanpa pelukan

Aku mencintaimu senyaman langkahku
Tanpa untaian kata cinta
Tanpa hasrat yang menggebu
Tanpa keberadaan yang berpadu
Hanya bayangan hatiku dan hatimu yang menyatu
Karena cinta bukan dosa
Tapi cinta adalah kejujuran jiwa
Hingga sampai nanti indah pada waktunya

Cinta ini tak butuh menawannya warna lipstikmu
Namun ia butuh kata-kata menyejukan yang terucap dari bibirmu
Cinta ini tak tumbuh karena janji-janji manismu
Namun ia tumbuh karena kesetiaanmu pada Allah dan Rasul-Nya
Cinta ini tak mekar karena senyum genitmu
Namun ia mekar karena syukurmu atas apa yang Allah berikan
Cinta ini tak bersemi hanya dengan cantiknya parasmu
Namun ia mekar karena cantik pula akhlakmu
Semoga dirimu bisa menjadi salah satu “Perhiasan Terindah” itu

Aku mencintaimu bukan karena kesempurnaan yang ada pada dirimu
Karena aku pun tak sempurna
Namun, aku ‘kan berusaha mencintaimu dengan cinta yang sempurna

Copasdit (Copy Paste Edit)
Sumber: Page "Sebelum Engkau Halal Bagiku" @ FB


Ya Allah…
Di atas Sajadah malam ini aku tertunduk
Pada gelap dan pekatnya malam
Meraba rahasia-Mu atas jodoh yang ‘kan kau pilihkan untukku
Istikharah mencari jawaban untuk menggapai jodohku

Ya Allah…
Dalam do’a ku bersimpuh pasrah
Memohon datangnya jawaban kepada-Mu Sang Pemberi hidayah
Bila jawaban itu masih menggantung di langit, maka turunkanlah
Bila jawaban itu masih terpendam di perut bumi, maka keluarkanlah
Bila jawaban itu masih jauh, maka dekatkanlah
Bila jawaban itu ‘kan sulit ku raih, maka mudahkanlah
Bila jawaban itu ‘kan lama ku nanti, maka segerakanlah

Ya Allah…
Duhai kekasih sejati
Engkau Cahaya di atas Cahaya
Dalam kerinduan mendalam
Aku di sini bersimpuh untuk menjemput sebuah cinta
Cinta seorang gadis yang telah Kau pilihkan
Cinta seorang gadis yang semoga kan abadi di dunia dan Akhirat

Ya Allah…
Tuhan Yang Maha Memiliki Rahasia
Tuhan Yang Maha Penentu
Tuhan Yang Maha Menyatukan jiwa-jiwa kami
Aku masih tetap mencarinya
Aku masih tetap merindukannya
Permudahkanlah pencarianku atas jodohku
Segera hadirankan ia dalam hidupku
Hanya Kau yang mengetahui isi hatiku..

Ya Allah…
Jika aku jatuh cinta
Semoga pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu
Dan jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah…
Jika aku jatuh hati
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu
Agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu yang bukan karena-Mu
Dan jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari-Mu

Ya Rabbul Izzati…
Jika aku rindu
Rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu
Dan jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu

Ya Allah…
Jika aku menikmati cinta kekasih-Mu
Janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu

Ya Allah…
Jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu
Jangan biarkan aku melampaui batas
Sehingga melupakanku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu

Ya Allah...
Saat aku menyukai seseorang
Ingatkan aku bahwa akan ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama yang tidak pernah berakhir


Ya Allah…
Jika masanya telah tiba
Jika apa yang aku mohon ini merupakan sesuatu yang terbaik di sisi-Mu
Adalah yang terbaik buat agamaku
Merupakan yang terbaik buat diriku dan keluarga
Maka aku memohon kepada-Mu
Agar aku dipertemukan dengan jodoh yang terbaik di sisi-Mu
Karena setiap yang terbaik di sisi-Mu
Pastilah terbaik buat diriku

Namun…
Jika masanya untuk dipertemukan dengan jodohku belum tiba
Maka, aku memohon kepada-Mu
Agar Kau tunjukkan padaku jalan untuk memiliki jodoh
Agar Kau tunjukkan padaku tuntunan-Mu
Yang perlu aku lakukan untuk memiliki jodoh

Ya Allah…
 Tuhan Yang Maha Memakbulkan doa
Tuhan Yang Maha Penentu jodoh
Jauhkan aku dari kemaksiatan
Jauhkan aku dari perkara-perkara yang tidak memberikan manfaat
Jauhkan aku dari perkara-perkara yang Engkau murkai
Dan perkara-perkara yang menyesatkan diriku

Aamiin


Cinta, kasih sayang, kerinduan dan kepedulian
terkadang tak dapat terungkapkan dengan kata-kata



Karena aku mencintaimu…
Maka aku ingin menjagamu.
Aku tak ingin terlalu dekat denganmu.
Aku tak ingin menyakitimu.

Karena cintaku padamu,…
Tak akan ku biarkan cermin hatimu menjadi suram.
Tak akan ku biarkan telaga jiwamu menjadi keruh.
Tak akan ku biarkan perisai qalbumu menjadi retak, bahkan pecah.

Karena cinta ini…
Ku tak ingin mengusik ketenteraman batinmu.
Ku tak ingin mempesonakan mu.

Karena cinta ini…
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum.
Atau pun menaruh harap padaku.

Maka biarlah……
Aku bersikap tegas padamu.
Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu.
Biarkan aku bersikap dingin.
Tidak mengapa kau tidak menyukai aku.
Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku.
Semua itu karena aku mencintaimu.
Demi keselamatanmu . . .
Demi kemuliaanmu . . .

Sebab…
Ada kekasih yang membuktikan cintanya,
dengan jutaan kalimat pujian dan rayuan.
Ada yang dengan sikap nan penuh kasih.
Ada pula dengan berkorban tenaga dan harta.
Tidak sedikit dengan pengorbanan yang meluluhlantahkan harga diri.

Namun bagiku…
Aku mencintaimu dengan menundukkan wajahku padamu.
Bukan karena ku ingin berpaling darimu,
tapi karena ku ingin menjaga pandanganmu dari panahan iblis.

Ku mencintaimu…
Dengan tidak melemah lembutkan suaraku padamu,
bukan karena aku ingin menyakitimu,
namun karena aku ingin menjaga hatimu dari bisikan syaitan yang menipu.

Ku mencintaimu…
Dengan menjauh darimu,
bukan karena ku membencimu,
namun karena ku ingin menjagamu dari khalwat yang menjebak.

Ku mencintaimu…
Dengan menjaga dirimu dan diriku.
Menjaga kehormatanmu dan kehormatanku.
Menjaga kejernihan hatimu dan hatiku.

Ukhti . . .
Tak mengapa saat ini kita jauh.
Karena kelak Allah yang akan menyatukan kita dalam ikatan sucinya.
Karena itu jauh lebih berarti dan lebih abadi.
Karena ku yakin,
Janji Allah adalah pasti, lelaki yang baik hanya untuk wanita yang baik.

Seperti inilah ku mencintaimu.
Dengan menjaga kesucian diri, jiwa dan hatiku.
Hanya untuk ku persembahkan padamu kelak.


by: Annisa Mutiara Hati



Duhai Ukhti…
Izinkan aku mengenalmu dengan sempurna
Tanpa penjajakan yang saat ini sedang marak orang lain lakukan.
Cukuplah aku mengenalmu melalui murabbi, keluarga,
ataupun lingkungan dakwah yang kita lalui bersama.
Sejatinya aku tak akan pernah bisa mengenalmu,
karena pernikahan adalah proses pengenalan yang berkesinambungan.
Pernikahan bukanlah akhir tujuan perkenalan,
namun awal sesungguhnya dari perkenalan.
Aku memang tak mengenalmu,
namun aku akan berusaha mengenalmu semampuku,
setelah kita telah dinyatakan halal untuk saling mengenal.


Ukhti…
Izinkan aku meminangmu dengan sempurna.
Tanpa pertukaran cincin terlebih dahulu,
seperti yang orang lain bilang tunangan.
Cukuplah aku mengenalkan diri dan keluargaku pada keluargamu.
Hingga tercipta keharmonisan awal,
yang sejatinya tercipta karena menghormati kesucian pernikahan.
Aku memang tak sanggup memberikan banyak harta untuk meminangmu,
namun di jalan dakwah yang akan ku jalani denganmu,
aku berjanji untuk berusaha mencari harta semampuku.
Harta yang halal untuk menafkahimu beserta malaikat-malaikat kecil kita kelak.



Ukhti…
Izinkan aku menikahimu dengan sempurna.
Tanpa terlalu banyak kemeriahan yang mendekati kenikmatan dunia.
Cukuplah rasa bahagia yang menyelimuti keluarga, sanak saudara, beberapa kolega,
serta kita berdua khususnya, menjadi keriangan tersendiri dalam haru yang tercipta,
karena telah sah-nya untuk menjalani biduk rumah tangga.
Aku memang tak mampu untuk memberikan kebahagiaan berlimpah di hari pernikahan kita, namun aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia di hari-hari setelah pernikahan kita.
Sejatinya pernikahan bukanlah akhir dari perjalanan hidup kita,
namun gerbang awal untuk membuka salah satu jalan menuju ridha-Nya.


Ukhti…
Izinkan aku mencintaimu dengan sempurna.
Tanpa banyak kata yang membalut kebohongan belaka.
Cukuplah rayuan dan candaan ringan untuk menghiasi pernikahan kita.
Aku memang tak pandai merangkai kata romantis untuk selalu menyenangkanmu,
namun aku tahu bagaimana memposisikan kedudukanmu.
Kau bukan berada di atas kepala hingga selalu haus akan sanjung puja,
bukan pula berada di bawah kaki untuk diinjak dan dihina.
Kau adalah tulang rusuk kiriku,
dekat di hatiku untuk selalu kucinta,
dekat di lenganku untuk selalu ku bimbing dan lindungi.
Aku tidak berani berjanji untuk mencintaimu sepenuhnya,
namun aku berani berjanji untuk selalu belajar mencintaimu sepenuhnya.
Cinta sejati yang membuat kita semakin mencintai-Nya.


Ukhti…
Izinkan aku hidup bersamamu dengan sempurna.
Tanpa banyak terpengaruh hal-hal yang menimbulkan perselisihan antara kita berdua.
Cukuplah atas nama Allah segala tingkah polah kita,
disertai Al-Qur’an penerang jalan hidup kita,
dan Al-Hadits pengiring liku hidup kita.
Aku memang tak bisa membuatmu bahagia selalu,
namun aku berjanji untuk selalu ada dalam setiap suasana dan kondisi perasaanmu.
Aku ingin menyediakan pundak dalam kesedihanmu,
menjadi obat penenang dalam kegundahanmu,
serta melebarkan pangkuan di saat kelemahanmu.


Ukhti…
Aku tak sempurna.
Kau pun tak sempurna.
Ketidaksempurnaanmu menjadi pelengkap ketidaksempurnaanku,
hingga kita terlihat sempurna, meski hanya bagi kita berdua.
Biarlah Allah Yang Maha Sempurna, yang berhak menilai kesempurnaan kita.


Duhai Calon makmumku…
Apa kabar engkau disana?
Siapapun engkau.......
Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan kepadamu,
dan semoga kekuatan Iman dan Takwa selalu melekat di dalam hatimu.

Calon makmumku….
Aku tau Allah menunda waktu kita ‘tuk bersama.
Allah hanya memberi jeda ‘tuk kita.
Agar kita bisa mempersiapkan segalanya saat tiba kita bersama nanti.
Bersama dalam satu atap, dalam satu hati.
Mengertilah calon makmumku.
Aku mencintaimu.
Mungkin aku tak dapat menyampaikan rasa cinta ini kepadamu secara langsung saat ini.
Namun aku percaya Allah akan mencintaimu selalu dalam setiap rinai waktu yang kau jalani.

Duhai calon makmumku…
Jika memang kita berjodoh,
Allah pasti akan memberikan cinta di dalam hati kita,
di dalam hatiku dan di dalam hatimu.
Dan jika memang kita tidak berjodoh,
Allah pasti sedang merencanakan yang terbaik untuk kita.
Karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikkan.
Ku serahkan rasa yang belum sanggup dijadikan halal ini
kepada Dia Yang Maha Memberi dan Memilikinya.
Biarkan Dia yang mengatur semuanya, hingga keindahan itu datang pada waktunya.

Calon makmumku…
Aku tak menuntut banyak darimu.
Aku tak memaksamu ‘tuk membalas cintku sekarang.
Semua itu kuyakin akan tumbuh perlahan dalam hati tulusmu.
Akan mekar layaknya bunga namun tetap terjaga,
dan takkan layu oleh panas matahari maupun oleh hujan yang setiap saat menerpa.

Calon makmumku….
Mungkin kau tak mencintaiku dengan hatimu saat ini.
Tapi janganlah kau pudarkan cintamu pada-NYA yang begitu mencintaimu.
yang telah memberikan nafas kehidupan padamu,
yang telah menciptakan sebentuk hati dalam dirimu.

Calon makmumku….
Aku terus menanti saat itu.
Terus menanti saat kita bersanding dan mengucap janji suci walimatul’ursy.
Janji suci yang lekat dengan tanggung jawab kepada Allah SWT.
Saat kau merangkulku erat
Menuntunku menuju amanah Allah ‘tuk mendampingmu.
Menuntunku ‘tuk selalu mencari surgaku melalui dirimu.

Calon makmumku…..
Hati ini Insya Allah akan selalu untukmu.
Akan selalu kujaga untukmu.
Kumohon jangan kau nodai ketulusan ini dengan sesuatu yang bisa kau buat sebagai alasan.
Jangan kau hakimi hatiku dengan perasaan yang tak pasti.

Calon makmumku…..
Mungkin saat kau baca ini, hatimu tak terketuk sama sekali.
Mungkin kau menganggapku berlebihan dengan apa yang kurasakan.
Sekali lagi maafkan aku calon makmumku.
Ini hanya ungkapan hati yang aku miliki saat ini.
Karena aku tak dapat berbicara langsung denganmu.

CAlon makmumku…
Aku hanya mampu berharap.
Allah ‘kan senantiasa melindungmu.
Senantiasa memelukmu dan memudahkan setiap langkahmu.
Semoga Allah mendekatkanmu padaku.
Semoga Allah memudahkan jalanku ‘tuk meminangmu.
Dan Allah akan membawamu padaku,
saat kau telah siap menerimaku dengan apa adanya aku.

Calon makmumku…
Jagalah dirimu baik-baik.
Jaga pula hatimu.
Sebagaimana akan kujaga baik-baik hati dan diriku,
hingga takdir mempertemukan kita kelak.


Ya Allah......
Bila Hamba menjadi pasangan seseorang.
Izinkanlah diri hamba menjadi pelindung baginya.
Izinkanlah wajah hamba menjadi kesenangan baginya.
Izinkanlah mata hamba menjadi keteduhan baginya.
Izinkanlah pundak hamba menjadi tempat melepas keresahan baginya.
Izinkanlah setiap perkataan hamba menjadi kesejukan baginya.

Aamiin Ya Rabbal 'Alamin...
Ya Allah tautkanlah cinta di hati kamu
Agar berpadu indah dalam mihrab cinta.

Aku terdiam bukan berarti aku tak peduli
Aku terdiam bukan berarti aku tak merasa
Aku terdiam agar aku dapat banyak melihat
Aku terdiam agar aku bisa banyak mendengar
Dengan banyak melihat dan mendengar,
aku berharap 'kan mudah pahami dirimu

Aku menjauh bukan karena aku tak suka
Aku menjauh bukan karena aku membenci
Aku menjauh justru karena besarnya rasaku padamu
Aku menjauh karena tak ingin belenggu dirimu

Ahh..
Andai kau tau jutaan kata dalam diamku
Andai kau dengar ratusan kalimat dalam diamku
Andai saja......

Assalamualaikum CINTA,
apa kabarmu di sana?

CINTA...
Andai saja aku bisa ungkap semua kata dan rasa dalam hati yang ku punya ini, maka seribu lembar kertas pun mungkin tak ‘kan cukup untukku. Banyak sekali CINTA, banyak yang ingin aku ungkap secara langsung di hadapanmu kelak. Andai kau tahu, aku hambar tanpa pengisi kasih dan peduli mu padaku, andai saja kau tahu apa yang ku rasakan ini untuk mu.

CINTA...
Sepi diri ku tanpa kau di sini. Hampa hatiku, karena ku tahu dengan nyata kau tak berada di sampingku. CINTA.., meski pernah kau patahkan aku, aku bukanlah seorang yang mudah menyerah. Aku bertahan karena ada kejujuranku untuk mengasihi mu. Luka itu memang sakit CINTA, akan tetapi lebih sakit lagi jika aku membohongi diri ini. Sungguh... Demi DIA yang Maha Menghargai, ku akan tetap berada di sini tanpa ada paksa dari siapapun, ‘tuk mengagumi dan mencintaimu. Ketika luka-luka telah mengering, selama itu pula aku haus untuk merindukan mu, pun selama luka itu masih basah dan masih pekat terasa ngilu.

CINTA...
Inginnya aku bersamamu, menjaga hatimu, mendampingimu ketika resah dan gundah melandamu. Aahh... CINTA akankah kau tahu begitu dalamnya kasihku. Sehingga semua luka dan kecewa itu tak akan mampu mengubahnya, sekalipun tidak pernah kau memintanya untuk aku melakukannya. Maafkan CINTA, maafkan aku. Karena aku terlalu jujur pada perasaanku. Dan semua, semua... masih tetap utuh pada tempatnya. Rasa yang bercampur baur, ada duka, ada kecewa, namun ada pula rasa percaya di antara sejuta ragu. Ada setitik cahaya di antara gelapnya cakrawala. Ketika smua terhempas karena sia-sia, maka akan ku coba pelajari kesedihan ini, kesakitan ini, dan ku anggap ini sebagai “hadiah”. Derita ini adalah anugerah dan suatu kehormatan tersendiri bagi ku di bawah kekuasaan-NYA. Jiwa tak akan pernah mengenal arti tegar jika ia hanya datar merasakan perjalanan hidupnya. Hati tak akan pernah mengerti rasa bahagia, jika ia tak pernah tersakiti. Maha Suci Tuhan Semesta Alam atas segala rangkaian hidup yang sempurna ini

CINTA...
Kau membuatku banyak belajar dalam sakitnya aku, ketika aku terhujam mendekam dalam tebing bebatuan yang tajam. Kau membuat ku menjadi orang besar dalam rasa kesyukuran ku pada-NYA. Terima kasih CINTA, kau membuat aku menjadi jiwa yang sabar atas segala penantian dan pengertian. Secuil apapun itu harapan adalah tetap menjadi harapan. Dimana ia juga bisa tumbuh dari rasa kecewa, dari rasa luka. Maka biarkanlah ia tumbuh menjadi dewasa dalam matangnya pemahaman. Mungkin aku akan berdiri di atas rangkain jerami yang selalu ada di depanku ketika aku berjalan, dan tiada lain adalah rasa sabar ketika aku harus membersihkannya, tiada lain dari rasa ikhlas ketika aku merasa lelah untuk merapikannya agar ia tak melukaiku. Namun ketika goresan luka itu ada, tiada lain pula rasa bertahan dan pengupayaan untuk ku mengobatinya. Dan tiada lain dengan rasa tulus aku melakukannya.

CINTA...
Jika pun harus ada air mata, maka biarlah ia menjadi teman sedihku untuk menyayangi mu. Jika ada rasa sakit mendera, maka biarkanlah ia menjadi teman setia ku dalam bertahan atas segala kejujuranku padamu. Sungguh aku bersyukur karena aku mengenal mu CINTA. Sekalipun aku tak pernah utuh memilikimu. Sekalipun rasa yang kau punya bukan untuk ku. Jangan tanyakan tentang kesedihan yang kau pun tahu CINTA. Jangan bertanya tentang rasa sakitku. Aku memang manusia biasa, yang tak sempurna, dan kadang salah. Namun rasa kasihku telah mengalahkan rasa sakitku. Rasa asihku mengalahkan egoku. Dan rasa sayangku, telah mampu mengobati luka-luka itu.

CINTA...
Kapan aku bisa menyentuh mu? Di mana aku bisa menemui hangatnya jemarimu mengusap semua peluh ku? Ataupun sebaliknya aku yang mengusap peluh di wajah mu. Dan aku yang akan membelai lembut bahumu, ketika kau goyah di jalan perjuanganmu bersamaku, agar kau tahu betapa pedulinya aku terhadapmu.

CINTA...
Dalam sujud ku pada-NYA, ku titipkan do’a dan pintaku. Semoga kau senantiasa dalam penjagaan-NYA, ketika penjagaanku tak sampai padamu. Semoga kau selalu dikasihi dan disayangi-NYA, ketika kasih dan sayangku tak mampu menggapai hatimu. Ku pinta pada-NYA agar Cinta-NYA selalu ada untukmu, ketika aku tak sanggup lagi mencintai. Kan ku tegarkan segala kerapuhan. Kan ku indahkan segala kesedihan. Bahagiamu adalah doa dan harapku. Senyummu, menjadi suatu cita-cita dimana aku bisa merasakannya itu tulus hanya untukku. Semoga kau ‘kan selalu baik adanya, meskipun jalan hidupmu tak selalu sempurna.

CINTA…
Ucap terakhirku. Ku harap kan terbaca jelas di mata dan hatimu betapa besarnya cintaku padamu. Aku mengerti CINTA. Walau kau tak dapat menjadi nyata dalam hidupku, aku di sini mencintaimu apapun adanya kau dengan segala kurangmu. Dan biarlah... biarkanlah tulusku yang mencintai mu. Semoga kau dengar wahai CINTA, gadis yang aku cintai hingga saat ini. Aku menunggu dan Insya Alloh akan terus menunggu cintamu.

Wassalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh..

Kepadamu wahai ukhti..
yang ‘kan menjadi pendampingku kelak...


Terima kasih untuk pilihanmu menerima diriku
di antara ribuan pangeran di luar sana yang siap untuk meminangmu....
Padahal kau begitu tahu,
aku hanya laki-laki biasa, yang sangat jauh dari sempurna.


Maka ketahuilah...
Wahai engkau yang akan menerima pinanganku kelak...

Aku tak sebijak Nabi Muhammad SAW.
Karenanya ku ingin kau tau.
Aku bisa saja berbuat salah dan membuatmu begitu marah.
Maka ku mohon padamu, bersabarlah dalam menghadapiku.
Nasihati aku dengan hikmah, saat ku berbuat salah.
Ingatkan aku saat aku lupa akan kewajiban-kewajibanku.
Karena bagiku kaulah pendamping dalam setiap langkah hidupku,
kaulah cahaya penerang dalam setiap kegelapan yang membelengguku,
kaulah penyemangat dalam setiap keputus-asaanku,
kaulah pelangi yang kan selalu muncul setelah hujan badai menderaku.


Duhai kau yang ‘kan menerima pinanganku kelak....
Ingatlah….

Tak selamanya aku dapat tampak gagah dan rapi di matamu.
Ada kalanya aku akan terlihat begitu kusam dan jelek.
Mungkin karena aku begitu sibuk bekerja memeras setiap tetes keringat,
untuk menafkahi dirimu dan malaikat-malaikat kecil kita nanti,
untuk sedikit demi sedikit membenahi istana kecil kita,
agar kau dan malaikat-malaikat kecil kita dapat tinggal dengan nyaman dan sehat.
Mungkin aku tidak sempat merapikan diri saat pulang bekerja.

Mungkin pula kau akan menemukanku terkantuk-kantuk,
saat mendengar keluham dan ceritamu,
bukan karena aku tak suka menjadi tempatmu menumpahkan segala rasamu,
tapi semalam saat kau tertidur dengan nyenyak,
aku tak sedetikpun tertidur karena harus menyelesaikan tugas kantor yang sedang menumpuk,
dan ku tau kau telah letih mengurus malaikat-malaikat dan istana kecil kita seharian,
maka tak ingin ku mengusik sedikit pun lelapmu..
Jadi, jika esok pagi kau mendapatiku begitu letih dan ada lingkaran hitam di mataku,
maka tetaplah tersenyum padaku,
karena kau adalah kekuatanku...


Padamu yang ‘kan menjadi pendamping dalam hidupku kelak...
Ketahuilah..

Aku tak sesabar dan setabah Nabi Ayyub AS.
Ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah tak terkontrol.
Bukan karena kau membangkang padaku,
tapi aku hanya laki-laki biasa, manusia biasa.
Aku juga butuh tempat untuk menumpahkan beban di hatiku,
tempat untuk melepaskan penatku.
Maka bersabarlah.
Yang ku butuhkan hanya kelembutanmu...
Karena bagiku kau adalah tetesan embun yang mampu memadam segala resahku...


Padamu yang menjadi bidadari dalam hidupku kelak...
Ketahuilah…

Aku tak secerdas Nabi Musa AS.
Maka jangan pernah bosan menasehatiku, menggandengku ke arah-NYA.
Jangan segan membangunanku di sepertiga malam,
untuk bersamamu bermunajat pada Kekasih Yang Maha Kasih.
Jangan letih mengingatkanku,
untuk terus bersamamu mendulang pahala dalam amalan-amalan sunnah.
Agar kau dan aku tetap bersatu di jalan-Nya.


Padamu yang menjadi kekasih hati dan teman dalam hidupku kelak.

Seiring berjalannya waktu.
Kau akan menemukan rambutku yang dulu hitam legam,
akan menipis dam memutih.
Kulitku yang bersih akan mulai keriput.
Lenganku yang kekar akan menjadi lemah.
Tubuhku yang tegak akan menjadi bungkuk.
Dan kau tak akan menemukanku sebagai laki-laki tegap yang gagah.
Bukan laki-laki muda yang selalu menyenangkan matamu.
Maka jangan pernah berpaling dariku.
Karena satu yang tak pernah berubah,
bahkan sejak dulu akan terus bertambah dan kian membuncah,
yaitu rasa CINTAKU padamu.

Ketahuilah...
Tiap hari, jam, menit dan detiknya.
Akan aku lewati dengan selalu jatuh cinta padamu.
Maka cintailah aku karena-NYA, dengan apa adanya aku.
Jangan berharap aku menjadi laki-laki sempurna.
Aku hanya laki-laki biasa.
Previous PostOlder Posts Home