Eka Aris Al Rosyid

Sebuang ungkapan rasa
Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts

Lagi baca novelnya Donny Dhirgantoro yang judulnya 5 cm nih. Ni buku bagus, pake banget menurut saya. Ni buku bisa bikin saya mikir, ngakak, nangis dan belajar.

Buku ni sarat ama petuah dan quotes dari tokok-tokoh dunia, yang bikin saya mikir pas si Zafran mulai berfilsafat mengutip Socrates ato Palato. Saya mikir buat nyerna filosofi yang disodorin si Zafran. Saya mikir saat secara ga sengaja tersedot masuk ke dunianya si Zafran. Telo..!!!!

Lain cerita, saya bisa ngakak sepuasnya, sebebasnya, pokoknya lepas banget. Saya ngakak coz ketololan, kebodohan, kegaringan, humor seger, dan bayolan kelima anggota geng "Power Rangers" ini. Ada Genta, Riani, Ian, Zafran n Arial. Plus Arinda kembarannya Arial.

Scene saat ni geng Voltus +1 ada di stasiun Lempuyangan Yogyakarta adalah salah satu scene yang bikin saya nangis. Saya miris banget bacanya, disodori realita sebagian besar rakyat Negara kita Indonesia Raya yang masih jauh dari kata berkecukupan. Saya nangis saat mereka ngobrol dengan Mbok tua penjual nasi pecel keliling, yang pada pukul 3-an malam masih menjajakan dagangannya, agar besok beliau bisa makan. Agar beliau yang telah sepuh yang seharusnya menikmati masa-masa tuanya dengan merawat cucu-cucunya di rumah masih berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri agar tidak ikut merepotkan keluarga putranya yang juga miskin.
Mata saya gerimis juga saat DenieK menceritakan seorang kawan - Adrian -, sesama petualang, sesama fotografer yang hilang di Mahameru, tanpa diketemukan jasadnya, walaupun setelah satu bulan pencarian. Yang tersisa dari Adrian hanyalah tas Carrier-nya.
Saya kembali menangis saat membaca surat DenieK di nisannya Adrian.
Saya juga menangis saat Sang Merah Putih berkibar di ujung tiang tertinggi, di puncak tertinggi di pulau Jawa, Mahameru.

Saya juga banyak belajar dari buku ini.
Saya belajar tentang arti sahabat. Saya belajar untuk menjadi diri saya sendiri. Saya belajar bahwa dengan Keyakinan dan Kemauan yang kuat, saya bisa raih semua mimpi-mimpi saya.
Saya belajar bahwa otak manusia terbagi menjadi dua, Otak Rasional (Neocortex) yang nguasain 80% otak kita dan Otak Emosional (Limbic System) yang cuman 20% porsinya tapi megang peranan yang penting.
Saya belajar bahwa EQ (kecerdasan emosional) lebih penting dari IQ (kecerdasan intelektual), karena EQ mberikan gambaran tentang sikap manusia akan dirinya yang sudah pasti punya emosi. Nah, emosi inilah yang megang peranan penting bagi manusia, coz' emosi kalau bisa dikendaliin akan sangat ngebantu manusia, kalo ga bisa dikendalikan akan sangat berbahaya.
Saya belajar bahwa saya HARUS PUNYA Intrapersonal Skills yang bagus, HEBAT kalo bisa. Coz' dengan ini saya akan mampu ngerti dan ngendaliin emosi yang ada dalam diri saya. Coz' dengan ini saya akan MAMPU LANGSUNG BANGKIT kalo nemu masalah bukannya malah tenggelam dalam pikiran negatif. Coz' dengan ini saya 'kan SELALU BANGKIT LAGI dan GA PERNAH NYERAH kalo ada masalah, GA PERNAH NYERAH kalo nemuin hambatan, GA AKAN PERNAH !!!!!
Saya belajar bahwa ga pernah ada yang namanya hoki, yang ada hanyalah kerja keras dengan hati yang ga kenal nyerah, teguh dan tulus. Kalo kita udah yakin ama sesuatu, taruh di hati dan otak terus kerja keras semampu kita dan berdo'a.
Saya juga belajar agar jangan pernah nganggap kritikan itu adalah suatu proses kemunduran atau serangan. Tapi sebaliknya, kritikan itu adalah sebuah pengorbanan dari seseorang yang mungkin udah ngorbanin rasa ga enaknnya sama kita, entah sebagai seorang teman atau rekan kerja, semata-mata hanya untuk mbuat diri kita lebih baik, jauh lebih baik.

Dan saya juga belajar bahwa manusia itu ada dua jenis, Manusia Internal dan Manusia Eksternal.
Manusia Eksternal adalah manusia yang selalu memandang sesuatu yang terjadi padanya sebagai akibat keadaan yang terjadi di luar dirinya. Ia beranggapan bahwa semua keadaan atau segala kejadian yang menimpa dirinya it disebabkan oleh keadaan eksternal di luar kendalinya, gampangnya adalah manusia yang selalu nyalahkan keadaan, manusia yang selalu berpikir keadaan yang selalu ngontrol dirinya, bukan dirinya yang ngontrol keadaan.
Sedangkan Manusia Internal adalah manusia yang beranggapan bahwa dirinyalah yang harus ngatur keadaan, bukan dirinya yang diatur oleh keadaan. Manusia yang akan selalu melihat dahulu apa yang salah dalam dirinya, bukan lantas nyalahkan keadaan. Manusia yang SELALU HARUS MENJADI kalimat aktif yang make awalan me- bukan kalimat pasif dengan awalan di-.


Dan PUNCAKNYA, saya belajar:
Kalo kita yakin ama sesuatu, kita cuma harus percaya, terus berusaa bangkit dari kegagalan, jangan pernah nyerah dan biarkan keyakinan kita 5cm menggantung mengambang di depan kening kita. Dan, sehabis itu yang kita perlu...cuma..
Kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya
Otak yang akan berpikir lebih keras dari biasanya
Tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya
Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya
Leher yang akan lebih sering menengok ke atas
Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja
Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya,
 Serta mulut yang kan selalu berdoa, lebih sering dari biasanya.

Ingatkah akan doa-doa kita kawan
Saat kita meminta bunga yang cantik
Terkadang Alloh memberi kita mawar berduri, yang melukai
Kala kita meminta kupu-kupu
Mungkin Alloh member kita ulat berbulu, yang menjijikkan
Pada umumnya kita bersedih dan kecewa
Namun, jika kita sabar menantinya, maka tunggulah sejenak
Mawar itupun akan indah saat berbunga
Dan ulat bulu pun akan bermetamorfosa menjadi kupu-kupu yang menawan

Perjuangan adalah sesuatu yang kita butuhkan dalam hidup ini
Jika kita melewati hidup ini tanpa cobaan, justru akan membuat kita lemah.
Kita tak akan sekuat seperti apa yang kita harapkan
Dan kita tak akan pernah menjadi kuat.

Ingatlah kawan
Untuk dapat melihat pelangi
Kita memerlukan mentari dan hujan
Untuk dapat mensyukuri hidup
Kita memerlukan kenikmatan dan kemudahan
sebagaimana kita memerlukan rintangan dan cobaan

Terkadang...
Saat kita meminta kekuatan
Maka Alloh akan memberi kita kesulitan untuk kita hadapi dan membuat kita menjadi kuat
Kala kita meminta kebijaksanaan
Maka Alloh memberi kita masalah-masalah yang harus kita pecahkan
Disana munculah yang disebut kebijakan.
Saat kita meminta kemakmuran
Maka Alloh memberi kita jasad, ruh dan fikrah untuk diberdayagunakan.
Kala kita meminta keberanian
Maka Alloh memberi kita rintangan untuk kita hadapi dan menghasilkan keberanian diri.
Saat kita meminta cinta
Maka Alloh memberikan orang-orang yang dalam kesulitan untuk kita bantu dan kita kasihi.
dan kala kita meminta pertolongan
Maka Alloh memberi kita kesempatan untuk membuat jalan keluar.

Memang benar apa yang sering dikatakan:
“Kita tidak menerima apa yang kita inginkan, tapi kita menerima apa yang kita butuhkan.”
Alloh tidak selalu menjawab doa kita dengan “YA”
Melainkan dengan yang “TERBAIK” 
Alloh tidak selalu menjawab doa kita sekarang
Tapi tetap yakinlah, bahwa doa kita pasti terkabul
Bahwa pinta kita pasti diberikan
Jika tidak hari ini, pasti esok
Jika tidak esok, pasti lusa
Jika tidak lusa, pasti munggu depan
Jika tidak minggu depan, pasti bulan depan
Jika tidak bulan depan, pasti tahun depan
dan jika tidak di dunia, PASTI di akhirat

Jalanilah hidup dengan berani tanpa ketakutan
Hadapi semua masalah
Dan yakinlah bahwa kita dapat mengatasi semua itu.
Keberanian adalah perlawanan terhadap rasa takut
Bukan ketiadaan rasa takut
Keberanian merupakan “penguasaan terhadap ketakutan”.
Dan kepercayaan diri dan keyakinan itu bagaikan lentera di malam gelap
Betapa pun gelapnya, dia akan mebantu menemukan jalan.

Fabiayyi Alaaai Robbikumaa Tukadzibaan…..
Maka nikmat Tuhan mu yang mana yang hendak kau dustakan ?

---------------------------------------------------------------------------
Berdasarkan kutipan favorit dari Cyntani Hasana


Terkadang diri ini dilanda kesedihan
Terkadang diri ini dilanda penderitaan
Terkadang diri ini dilanda kesulitan
Terkadang diri ini dilanda musibah

Begitulah setiap hari Allah menguji hambanya dengan ujian
Pada Akhirnya kesedihan akan berbuah kegembiraan
Penderitaan akan berakhir dengan kebahagiaan
Kesulitan pastilah disertai kemudahan
Dan musibah pastilah akan berlalu sesuai rencana-Nya

Hidup ini memang ujian
Seperti apa pun warna hidup yang Allah berikan kepada seorang hamba
Tak luput dari yang namanya ujian
Bersabarkah sang hamba, atau menjadi kufur dan durhaka

Wahai diri…
Tak luput engkau selalu diuji
Tetaplah istiqomah di jalan-Nya

Wahai diri…
Saat engkau dilanda kesedihan, maka bersabarlah
Ingatlah hari akan berlalu pergi
Pagi berganti siang, siang berganti sore, sore berganti malam
Maka janganlah engkau bersedih lagi
Semua akan berlalu sesuai ketentuan-Nya

Wahai diri…
Saat engkau dilanda kesuliatan, maka bersabarlah
Di balik kesulitan pastilah ada kemudahan
Seberapapun rezeki yang kita peroleh, tetaplah bersyukur atas karunia-Nya
Bukankah masih banyak yang lebih fakir dari kita
Maka tetaplah bersyukur

Wahai diri…
Saat engkau dilanda musibah, ikhlaskanlah
Ingatlah di dunia ini kita hanya hidup semantara
Kerabat, harta dan jabatan pun hanyalah sebuah titipan sementara
Jika tidak mereka yang terlepas dari genggaman
Maka kitalah yang pada akhirnya akan meninggal dan kembali ke sisi Allah

Wahai diri…
Syukuri apa yang kau miliki
Jangan habiskan waktumu dengan mengeluh dan menginginkan yang tidak ada
Nikmatilah, karena suatu saat, semua ini pun akan berlalu
Temukan penghapus dosa pada musibah yang kau alami
Nikmatilah rasa galaumu, dengan bertafakkur lebih banyak atas permasalahan yang kau hadapi

Wahai diri…
Memohonlah kepada Allah agar selalu di beri kehidupan yang baik dan di ridhai
Dianugrahi kejernihan hati, dan kelapangan pikiran
Karena itulah kenikmatan-kenikmatan dunia
Memohonlah hanya kepada  Allah
Agar melapangkan hati kita dengan cahaya iman
Menunjukan hati kepada jalan-Nya yang lurus
Dan menyelamatkan kita dari kehidupan yang susah dan menyesakkan

Buah kesabaran
Akan selalu ada saat dimana
Keteguhanmu diuji
Kapasitasmu diragukan
Dari dalam maupun luar
Bahkan saat kamu belum memulainya

Bila masa itu tiba
Ingatlah bahwa itu merupakan bagian dari proses
Dan semua orang mengalaminya
Istirahat sejenak jika memang harus
Tetap berpegang pada mimpi
Berfokus pada tujuan
Bulatkan tekadmu
Percayalah dan yakin pada kemampuanmu
Bahwa kamu pasti bisa
Karena kamu memang bisa
Dan kembalilah melangkah
Kamu tidak akan pernah tahu
Sebelum kamu mencoba

Dan ingat
Bahwa kegagalan bukanlah sebuah akhir
Tapi bagian dari sebuah perjalanan
Dimana kesuksesan telah menantimu


Cinta, kasih sayang, kerinduan dan kepedulian
terkadang tak dapat terungkapkan dengan kata-kata


Ya Allah…
Hatiku telah terpikat padanya
Karena Agama yang ada pada dirinya
Hingga terpancar pada tingkah laku dan pribadinya
Lalu menarik perhatian jiwa ini ‘tuk mendekati dan meminangnya

Ya Allah....
Izinkan hamba menggelar sajadah bersamanya
Beralas cinta berujung surga
Yang menenggelamkan kami dalam sujud penuh kerinduan kepada-Mu
Dalam takbir yang mengakui Keagungan-Mu
Dalam salam yang mengingatkan kami bermanfaat bagi sesama
Dalam wudhu yang membersihkan hati kami untuk melihat Wajah-Mu
Dalam tilawah yang kami lantunkan penuh haru
Dalam dzikir yang tiada akhir
Yang membuat kami semakin kagum akan Pesona-Mu
Mensyukuri ayat-ayat Cinta-Mu yang Kau bentangkan pada kami.

Ya Allah...
Izinkan hamba menggelar sajadah bersamanya

Namun…
Bila kehadiranku mengganggu hatinya
Tidak membawa kebaikan padanya
Maka pisahkanlah kami biarpun aku terluka
Bila aku tidak layak dan bukan yang terbaik untuknya
Maka Engkau jauhkan lah aku darinya
Bila bukan aku yang tertulis sebagai penyempurna separuh agamanya
Maka jauhkanlah kami agar tidak timbul rasa yang mengundang kecewa



Ya Allah…
Seandainya deru nafas ini mampu hamba kendalikan
Hamba hanya ingin bernafas ketika menyebut asma-Mu
Sekiranya kedip mata ini mampu hamba kendalikan
Hamba hanya ingin membukanya saat berjumpa dengan-Mu

Karena sungguh…,
Saat nafas ini menderu semakin melemah
Hamba takut bukan asma-Mu lah yang terucap
Dan sungguh…,
Saat mata ini memandang dunia dengan buaiannya
Hamba takut tak mampu berjumpa dengan-Mu

Ya Allah…
Hamba hanyalah manusia yang pernah tersungkur dalam kekalutan dunia
Hanya manusia yang pernah rebah dalam kealpaan cinta duniawi
Mengingat titik-titik noda terdahulu di atas hamparan sejadah suci ini
Hamba menadahkan kedua telapak tangan ini
Memohon ampunan dan rahmat dari-Mu
Mengharap hidayah serta taufiq-Mu
Mengharapkan dipertemukan dengan bingkisan restu dari-MuYang Maha Mengasihani
Agar hamba tidak tersimpang dari jalan-Mu


Kepadamu wahai ukhti..
yang ‘kan menjadi pendampingku kelak...


Terima kasih untuk pilihanmu menerima diriku
di antara ribuan pangeran di luar sana yang siap untuk meminangmu....
Padahal kau begitu tahu,
aku hanya laki-laki biasa, yang sangat jauh dari sempurna.


Maka ketahuilah...
Wahai engkau yang akan menerima pinanganku kelak...

Aku tak sebijak Nabi Muhammad SAW.
Karenanya ku ingin kau tau.
Aku bisa saja berbuat salah dan membuatmu begitu marah.
Maka ku mohon padamu, bersabarlah dalam menghadapiku.
Nasihati aku dengan hikmah, saat ku berbuat salah.
Ingatkan aku saat aku lupa akan kewajiban-kewajibanku.
Karena bagiku kaulah pendamping dalam setiap langkah hidupku,
kaulah cahaya penerang dalam setiap kegelapan yang membelengguku,
kaulah penyemangat dalam setiap keputus-asaanku,
kaulah pelangi yang kan selalu muncul setelah hujan badai menderaku.


Duhai kau yang ‘kan menerima pinanganku kelak....
Ingatlah….

Tak selamanya aku dapat tampak gagah dan rapi di matamu.
Ada kalanya aku akan terlihat begitu kusam dan jelek.
Mungkin karena aku begitu sibuk bekerja memeras setiap tetes keringat,
untuk menafkahi dirimu dan malaikat-malaikat kecil kita nanti,
untuk sedikit demi sedikit membenahi istana kecil kita,
agar kau dan malaikat-malaikat kecil kita dapat tinggal dengan nyaman dan sehat.
Mungkin aku tidak sempat merapikan diri saat pulang bekerja.

Mungkin pula kau akan menemukanku terkantuk-kantuk,
saat mendengar keluham dan ceritamu,
bukan karena aku tak suka menjadi tempatmu menumpahkan segala rasamu,
tapi semalam saat kau tertidur dengan nyenyak,
aku tak sedetikpun tertidur karena harus menyelesaikan tugas kantor yang sedang menumpuk,
dan ku tau kau telah letih mengurus malaikat-malaikat dan istana kecil kita seharian,
maka tak ingin ku mengusik sedikit pun lelapmu..
Jadi, jika esok pagi kau mendapatiku begitu letih dan ada lingkaran hitam di mataku,
maka tetaplah tersenyum padaku,
karena kau adalah kekuatanku...


Padamu yang ‘kan menjadi pendamping dalam hidupku kelak...
Ketahuilah..

Aku tak sesabar dan setabah Nabi Ayyub AS.
Ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah tak terkontrol.
Bukan karena kau membangkang padaku,
tapi aku hanya laki-laki biasa, manusia biasa.
Aku juga butuh tempat untuk menumpahkan beban di hatiku,
tempat untuk melepaskan penatku.
Maka bersabarlah.
Yang ku butuhkan hanya kelembutanmu...
Karena bagiku kau adalah tetesan embun yang mampu memadam segala resahku...


Padamu yang menjadi bidadari dalam hidupku kelak...
Ketahuilah…

Aku tak secerdas Nabi Musa AS.
Maka jangan pernah bosan menasehatiku, menggandengku ke arah-NYA.
Jangan segan membangunanku di sepertiga malam,
untuk bersamamu bermunajat pada Kekasih Yang Maha Kasih.
Jangan letih mengingatkanku,
untuk terus bersamamu mendulang pahala dalam amalan-amalan sunnah.
Agar kau dan aku tetap bersatu di jalan-Nya.


Padamu yang menjadi kekasih hati dan teman dalam hidupku kelak.

Seiring berjalannya waktu.
Kau akan menemukan rambutku yang dulu hitam legam,
akan menipis dam memutih.
Kulitku yang bersih akan mulai keriput.
Lenganku yang kekar akan menjadi lemah.
Tubuhku yang tegak akan menjadi bungkuk.
Dan kau tak akan menemukanku sebagai laki-laki tegap yang gagah.
Bukan laki-laki muda yang selalu menyenangkan matamu.
Maka jangan pernah berpaling dariku.
Karena satu yang tak pernah berubah,
bahkan sejak dulu akan terus bertambah dan kian membuncah,
yaitu rasa CINTAKU padamu.

Ketahuilah...
Tiap hari, jam, menit dan detiknya.
Akan aku lewati dengan selalu jatuh cinta padamu.
Maka cintailah aku karena-NYA, dengan apa adanya aku.
Jangan berharap aku menjadi laki-laki sempurna.
Aku hanya laki-laki biasa.

Buat kita yang merasa do’anya belum dikabulkan Alloh, pernahkah kita berfikir:

Jika ada manusia yang fasik, keji, mungkar, banyak dosa,
dan dibenciNYA berdoa memohon padaNYA,
mungkin akan DIA firmankan pada malaikat:

Cepat berikan apa yang dia minta.AKU risi mendengar pintanya!

Tapi, Kalau yang menadahkan tangan adalah hamba yang dicintaiNYA,
yang giat beribadah, yang rajin bersedekah,
yang menyempurnakan wajib dan menegakkan yang sunnah,
maka mungkin saja ALLAH akan berfirman pada malaikatNYA:

Tunggu! Tunda dulu apa yang menjadi hajatnya.
Sungguh AKU bahagia bila diminta.
Dan biarlah hambaKU ini terus meminta, terus berdoa, terus menghiba.
AKU menyukai doa-doanya.
AKU menyukai kata-kata dan tangis isaknya.
AKU menyukai khusyuk dan tunduknya.
AKU menyukai puja dan puji yang diucapkannya.
AKU tak ingin dia menjauh dariKU setelah mendapat apa yang dia pinta.
AKU mencintainya.

Jadi jangan kaget, kalau kita rajin ibadah,
sepertinya doa kita gak di Kabul-kabulkan, ditunda atau diganti,
yang pasti Allah akan menjawab doa kita…. 

Saat Allah menjawab doamu
Dia meminta imanmu
Saat Allah belum mejawab doamu
Dia meminta kesabaranmu
Saat Allah menjawab tapi bukan doamu
Dia memilihkan yang terbaik untukmu..


- Copas dr Milisjokam, by Irawan Budi -

Awalnya adalah sebuah bunyi. Atau orang biasanya menyebut sebagai suara. Selanjutnya dikuantifikasi sebagai kata. Dari kata menjadi kalimat. Darinyalah kemudian terjalin sebuah komunikasi. Ada sumber, ada media, ada penerimanya. Tapi, begitu dibarengi intonasi, tekanan bunyi, gaya dan situasi yang menyertainya, maknanya bisa lain. Tergantung kuping menyimak, suasana hati dan persepsi yang dibangun. Kita bisa tersinggung dan sakit hati, atau bisa pula membenarkan dan menikmatinya. Begitulah hidup, penuh irama keinginan dan kemauan.

Ambil contoh kata njomplang, misalnya. Artinya berat sebelah atau tak seimbang. Kata ini biasa terkait dengan masalah timbangan. Kemudian berkembang secara luas untuk keadaan atau situasi yang timpang. Kala melihat pasangan suami - istri, suaminya ganteng, istrinya gak cantik (jelek), langsung dibilang jomplang. Melihat rumah bagus, tetapi penghuninya lusuh, dibilang jomplang. Itulah logika manusia. Terus berkembang, mengikuti empunya untuk mengatakan sebuah ketidakpantasan. Di sudut kehidupan yang lain, lebih banyak lagi jomplang ini.
Disuruh nimbang beras untuk rakyat miskin malah disunat. Jatah 20 kilogram ditilap tinggal 15 kilogram. Itu baru tingkat teri. Alasannya ongkos kirim. Yang bernilai milyaran lain lagi. Lebih halus mainnya. Tak usah tunai, tapi lewat bank dengan pinjam nama orang lain. Ndakik, penuh akal-akalan. Perilaku pejabat yang lain, beda lagi.  Bergaji Rp 2 – 3 juta, tapi ke kantor naik mobil pribadi. Telepon genggamnya pun ada dua, plus iPad. Satu untuk urusan dinas, satunya lagi dipakai khusus ber-asereje, tak peduli duit negara. Njomplang nuraninya.

Banyak lho, yang berpikir mumpung punya kesempatan. Ambil contoh di DPR beberapa waktu yang lalu. Sementara banyak warga hidup prihatin, di bawah garis keimiskinan, orang – orang terhormat itu berencana merenovasi toilet seharga 2 milyar. Jika dihitung per unit, jatuhnya 1 toilet seharga Rp 100 jutaan. Lebih jomplang lagi ternyata harga toilet lebih murah daripada harga sebuah kalender. Para wakil rakyat yang hebat – hebat itu, mencetak kalender dengan harga ratusan ribu rupiah. Tepatnya berkisar di angka Rp 116 ribu per kalender. Total Rp 1,3 M. Mending fotonya berisi potret keberhasilan. Isinya cuma foto - foto ketua dan wakil ketua DPR saja. Banggarnya pun tak mau kalah, menyulap ruang sidang dengan nilai yang mengejutkan. BURT DPR itu menganggarkan renovasi ruang sidang sebesar Rp 20 M. Apa benar hal itu dibutuhkan? Apa benar sebegitu mahalnya? Atau hanya akal-akalan? Benar – benar potret kehidupan yang sungguh njomplang. Tak bisa dimengerti akal sehat. Artinya memang banyak yang tidak waras, sehingga keadaan ini bisa berjalan.

Inilah penyakit zaman, kata sebagian orang. Kenapa? Karena bisa menular. Layaknya sebuah penyakit sebenarnya. Dari satu ke yang lainnya. Yang lain lagi bilang; jaman edan. Dan tak salah, Kanjeng Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan; ”Kalian akan mengikuti jejak langkah umat – umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga jikalau mereka masuk ke lobang biawakpun, kalian akan mengikuti mereka.” (Rowahu Muslim dari Abu Sa’id al-Khudri ra.) Jadi tidak usah heran , jika kondisi seperti ini hampir ada di semua lini. Gak di pusat gak di daerah. Sami mawon. Sebab kondisi yang memang njomplang.

Dari Abu Huroiroh ra, dia berkata; 
”Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ”Umatku akan ditimpa penyakit – penyakit yang pernah menimpa umat – umat dahulu.” Sahabat bertanya; ”Apakah penyakit-penyakit umat –umat terdahulu itu?” Nabi SAW menjawab; ”Penyakit – penyakit itu ialah terlalu pongah (sombong), terlalu mewah, mengumpulkan harta sebanyak mungkin, tipu – menipu dalam merebut harta benda dunia, saling memarahi, dengki – mendengki sehingga jadi dholim – mendholimi.”
(Rowahu Hakim)

Alih – alih mengarahkan telunjuk keluar, alangkah baiknya kita berkaca dengan seksama. Jangan – jangan kondisi serupa juga ada di dalam. Tanpa bermaksud menuduh atau menghakimi, kondisi jomplang inilah yang memang rawan penyalah-gunaan. Yang kaya, terlalu kaya. Yang miskin terlalu miskin. Tak ada media yang menghubungkan keduanya. Bagi yang cermat mengikuti situasi, tentu akan tersenyum menyapa kehidupan ini. PPG misalnya, digulirkan tak lain adalah kondisi njomplang yang harus segera di atasi. Selangkah saja ketinggalan, fatal akibatnya. Beda kefahaman generasi sudah sedemikian jauh. Malah, anak –anaknya pengurus (orang faham) ditengarai banyak yang tidak faham. Bahkan keluar dari lingkungan pengajian ini. Langkah frontal harus diambil. Dengan melibatkan semua pihak. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Tak menyalahkan pihak –pihak lain.

Perkeling jangan memperbanyak janda, adalah kondisi jomplang selanjutnya. Seperti pisau bermata dua. Di satu sisi melancarakan perkawinan dan perwayuhan, tetapi di sisi lain efeknya jangan sampai menjadi beban berkepanjangan. Menambah penderitaan orang sekitarnya.   Jika hal ini tidak teratasi, stigma jelek dipastikan mengemuka bersamanya. Walau tidak seperti buru uceng kelangan deleg, lambat – laun tak ada yang tahu. Kecuali, kita semua peduli dan saling mengisi. Melepas kehati – hatian di setiap jejak langkah kaki ini.

Sebenarnya masih banyak lagi yang lain. Daripada menepuk air di dulang, mending segera kita siapkan; kondisi apa saja yang jomplang di sekitar kita ini? Inventory dan ambil langkah pasti untuk menyelesaikannya. Kerjakan dulu semampu kita, sebelum mengajak yang lain. Jangan menunggu robohnya timbangan nurani bersama.


- By Faizunal Abdillah @ Milis Jokam -

Sering kali aku berkata ketika seseorang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku, rumahku, hartaku, putraku hanya titipan dari-Nya.

Tetapi…
Mengapa aku tak pernah bertanya mengapa DIA menitipkannya padaku?
Untuk apa DIA menitipkannya pada ku?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik NYA ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA?

Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka.
Kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku.
Aku ingin lebih banyak harta.
Ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas.
Dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
Seolah semua derita adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih NYA harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan DIA seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.
Kuminta DIA membalas perlakuan baikku,
dan menolak keputusan-NYA yang tak sesuai keinginanku.

Ya Allah…
Padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah.
Maafkan dan ampuni aku…

- WS Rendra -
Previous PostOlder Posts Home